468x60 ads




Ketidaknyambungan yang mempersatukan kita

0 komentar

gue emang temenan sama dahlia dari kelas 1 smp. tapi saat itu ga deket banget. terus pisah kelas deh di kelas 2 dan 3 nya.

di kelas 2, gue ketemu pepi. itu juga ga deket. soalnya deketnya sama temen semeja, namanya dian.  yang gue inget dari dian adalah rebutan ngetik saat pelajaran komputer di lab daaann make up wisuda di rumah doi. ehhh..deket sama pepi pas kelas 3 justru. deket sama dia, gue jadi deket sama tetangga gue gara-gara tetangga dia temenan sama tetangga gue sampai akhirnya jalan bareng berlima.

terus masuk SMA, gue ketemu hedi temen semeja yaaaanngg amazing -menurut gue,dan entah kenapa- dia itu termasuk beruntung. contohnya, gue yang belajar buat ulangan, eh dia yang dapet bagus. padahal dia ga nyontek sama gue, justru dia yang ngajarin gue. di kelas ini juga, gue sekelas sama nunge dan nadin. nunge itu....ah ga enak kalo harus dipublish di sini hehehe. doi juga temen karate gue bareng eric, cowo yang ngakunya "mana ada cewe yang suka sama gue" padahal beberapa biji makhluk di kelas suka sama doi hehehe kalo nadin itu tampangnya lucu -piss din (^o^)v

terus naik kelas 2, gue galau IPA apa IPS. kalo IPA, nilai IPA gue pas-pasan. lanjut deh gue ambil IPS. kalo ga salah di sini ada yang jadian gitu sesama anak karate tapi umurnya di bawah kita-kita -gue udah lupa persisnya kapan mereka jadian- -oke lupakan-

terus kelas 3 ada yang jadian lagi -tetep dengan kalo ga salah- putus lah mereka dan gue yang jadi sasaran cemburuan hehehe piss ya guys.

ga terasa deh udah lulus, tapi eric ga bisa ikut graduation. terus gue sempet memutus silaturahmi sama eric gara-gara masalah anak bocah -jadikan pelajaran-. untungnya sekarang-sekarang ini udah kebuka hati gue untuk melihat bahwa masalah itu begitu sepele. bersyukurnya gue, sampe sekarang gue, nunge, nadin, dahlia, pepi, misyu masih suka bareng meskipun jarang pake banget. dan meskipun kita ga pernah nyambung dari dulu. entah sebetulnya ada rahasia apa di balik ketidaknyambungan kita selama ini hingga masih bisa bertahan sampai sekarang. semoga ga hanya sampe sini aja ya. sampe cucu cicit sekalian hehehe siapa tau anak cucu cicit kita ada yang berjodoh hahaha

kadang gue merasa egois sendiri. gue selalu -ibaratnya- nuntut mereka merespon cepat saat gue butuh. tapi apa gue bisa merespon cepat saat mereka butuh? engga. bahkan ga sedikit gue lupa bales sms mereka. hahaha maap ya guys. kiss hug lah buat kalian semua. gue mau mandi dulu ya, mau cusss (˘⌣˘)ε˘`) (っ’з’)っ(˘ε˘`)



The Harvest, Mewah nan Lezat

0 komentar

The Harvest yang didirikian pada tahun 2004, merupakan toko kue berkualitas terbaik bergaya Eropa yang pertama hadir di Indonesia. Hingga saat ini telah memiliki dua belas outlet, yaitu sepuluh outlet di Jakarta, satu di Surabaya, dan satu di Bandung serta akan menambah outlet di Cibubur. Outlet yang berada di Jakarta berlokasi di Senopati, Gatot Subroto, Pondok Indah, Depok, Kelapa Gading, Pluit, Alam Sutera, Dharmawangsa, Menteng, dan Cibubur. Sedangkan yang berada di Surabaya berlokasi di Bengawan, Pusat Kota Surabaya dan Bandung berlokasi di Dago.

The Harvest terus-menuerus mengembangkan potensi yang dimiliki. Mulai dari produk, pengemasan, dan pelayanan. Semua itu didukung oleh chef profesional yang berpengalaman di bidang food & beverage. Mereka hanya menggunakan cokelat dan bahan berkualitas terbaik di dunia.


Produk yang ditawarkan sangat bervariasi. Mulai dari Cakes and Pasiters yang ditawarkan dengan harga Rp110.000-290.000, Ice Cream and Ice Cream Cake dengan harga Rp20.000-280.000, French Pastries dengan harga Rp20.000, Chocolate dengan harga Rp6.000-66.000, Bread dengan harga Rp8.000-22.000, Cookies dengan harga Rp25.000-80.000, Special Gift Items Rp45.000-275.000, Photo Cakes, Cup Cakes dengan harga Rp35.000, 3D Cakes Rp400.000, Dessert dengan harga Rp40.000-45.000, Dine-in Menu (only at The Harvest Depok) dengan harga Rp14.000-50.000, dan Sandwich and Quiche dengan harga Rp45.000.50.000.


Tidak hanya remaja yang mendatangi outlet-outlet The Harvest yang tersebar di beberapa kota besar tersebut, namun anak-anak dan orang tua pun menyukai kelembutan rasa yang diciptakan chef-chef profesional tersebut. Termasuk saya. Yang paling saya sukai dari The Harvest adalah Ice Cream Cake-nya. Rasanya begitu lembut di lidah. Meski terbilang jarang sekali menghampiri outlet The Harvest, saya tidak akan sungkan untuk merekomendasikan The Harvest untuk para pecinta kue.

sumber: harvestcake.com